Kisah Kuli Bangunan yang Rumahnya Direnovasi Ganjar

Kisah Kuli Bangunan yang Rumahnya Direnovasi Ganjar

Jepara, Kasatnews – Mimpi Bonawi (44), warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, untuk memperoleh rumah layak huni bagi keluarga kecilnya selangkah lagi terwujud. Itu setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi gubuk bambu miliknya dan menyerahkan bantuan untuk membangun rumah layak huni, Kamis (12/5) sore.

Saat ditemui Ganjar di rumahnya, Bonawi dan istrinya, Ulfatun, tampak malu-malu. Tapi senyum lebar tersungging di wajah keduanya begitu Ganjar dengan sangat hangat mengajak keduanya berdialog. Beberapa candaan sempat dilontarkan Ganjar saat bertemu Bonawi.

“Tidurnya di mana? Di sini(Rumah), ya tidak ada pintunya begitu? Kok tidak tinggal sama orang tua saja,” tanya Ganjar saat melihat kondisi rumah Bonawi.

Bonawi yang ditemani istrinya pun bercerita kepada Ganjar tentang kondisi rumah yang sudah dihuni selama sembilan tahun itu.

“Ya seperti inilah, apa adanya. Sudah sembilan tahun tinggal di sini sama istri. Menempati darurat dulu saya pikir waktu itu, daripada tinggal sama orang tua. Lebih nyaman pisah karena sudah berkeluarga,” ujar Bonawi yang bekerja sebagai finishing meubel itu.

Bonawi bercerita bahwa kondisi ekonomi keluarganya belum cukup untuk membuat rumah yang lebih layak. Penghasilan dari finishing meubel ditambah penghasilan istri sebagai penggiling atau pemintal benang tenun hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya kerjanya menggulung benang. Segulung benang dihargai seribu rupiah, sehari bisa dapat Rp15000,” tambah Ulfatun sembari mempraktikkan menggulung benang dj hadapan Ganjar.

Keluarga Bonawi bukan satu-satunya warga yang rumahnya tidak layak huni. Tepat di sebelah rumah Bonawi, ada tetangganya yakni Munawir (40) dengan kondisi rumah tidak jauh berbeda. Berdinding bambu dan berlantai tanah.

Saat ditemui Ganjar, Munawir yang bekerja sebagai kuli bangunan itu mengaku sudah tinggal dua tahun di rumah itu. Ia tinggal sendiri karena sudah berpisah dengan istrinya. Kondisi ekonomi Munawir juga tidak jauh beda dengan keluarga Bonawi.

“Saya kerjanya kuli bangunan Pak. Tinggal di rumah ini sudah dua tahun. Sendirian,” ujarnya kepada Ganjar.

Setelah melihat dua rumah tidak layak huni itu, Ganjar kemudian menyerahkan bantuan senilai masing-masing Rp 20 juta untuk merenovasi rumah. Baik Bonawi maupun Munawir mengaku sangat berterima kasih karena dengan bantuan tersebut keinginan untuk mendapatkan rumah layak huni bisa diraih.

“Sangat senang dengan bantuan ini, terima kasih,” kata Bonawi dan Munawir. (red)

https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-bonawi-warga-jepara-yang-rumahnya-bakal-direnovasi-ganjar.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.