MENGUNGKAP BAHKAN YANG TAK KASAT MATA
banner 728x90
Berita  

Kolaborasi KMDT – LPIJ Gelar Focus Group Discussion Kurikulum Merdeka Belajar

banner 468x60

Medan, kasatnews|| Untuk meningkatkan pemahaman para guru terhadap Kurikulum Merdeka Belajar yang disebut juga Kurikulum Prototipe dan sekaligus juga untuk meningkatkan mutu pendidikan, DPW KMDT Sumut (Komite Masyarakat Danau Toba) Sumatera Utara berkolaborasi dengan LPIJ (Lembaga Pendidikan Indonesia Jerman) menggelar Focus Group Discussion bertema Kurikulum Merdeka Belajar pada hari Selasa, (17/05/2022) yang lalu di Aula Yayasan LPIJ yang terletak di Jl. Menteng Raya No 6 Medan. Kegiatan itu berlangsung dari pukul 12.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib, sedangkan yang menjadi pesertanya adalah para guru yang mengajar di PAUD/TK Golden Kids, SD, SMP dan SMA Pengharapan Deliserdang dan Medan.

Adapun yang menjadi Narasumber dan Fasilitator pada kegiatan FGD tersebut adalah Prof. Dr. rer. nat. Binari Manurung, M.Si, Dosen Pasca Sarjana Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang juga adalah Ketua DPW KMDT Sumut dan Dr.(cand) Erika Rosdiana, M.Si, yang merupakan Guru/Wakil Kepala Sekolah di SMA Negeri 8 Medan dan juga merupakan Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Medan (UNIMED).

banner 336x280

Dr. (cand) Erika Rosdiana, M.Si pada acara FGD tersebut mengurai dan menjelaskan seputar latar belakang hadirnya Kurikulum Merdeka Belajar atau Kurikulum Prototipe, “Apa yang menjadi perbedaan antara Kurikulum Nasional 2013 dengan Kurikulum Merdeka Belajar baik itu pada tingkat PAUD/TK, SD, SMP dan SMA serta di FGD ini menjelaskan apa itu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan bagaimana menyiapkannya” Ujarnya.

Sementara itu Prof. Binari Manurung memaparkan apa itu yang disebut dengan Kurikulum Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan pembelajaran, terlebih dalam hubungannya dengan pembentukan karakter siswa/pelajar yang berprofil Pancasila.

Prof. Binari Manurung Mengatakan “Hal lain yang juga dijelaskan adalah tentang tujuh tema yang menjadi tema pilihan dalam proses belajar mengajar pada tiap satuan Pendidikan. Dalam hal ini untuk TK/SD harus mempelajari minimal dua tema per tahun, sedangkan pada tingkat SMP dan SMA minimal tiga tema” ujarnya.

Lebih lanjut Prof Manurung juga menjelaskan keberadaan model Pembelajaran Berbasis Projekt (PjBL) pada Kurikulum Merdeka Belajar. Dalam hal ini pada Kurikulum Merdeka Belajar para guru dituntut untuk menguasai dan menerapkankan model PjBL tersebut dalam proses belajar mengajar.

“Hal itu perlu dilakukan agar kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kolaborasi (kerjasama) dan komunikasi pada diri peserta didik dapat berkembang dengan baik. Keempat kemampuan tersebut merupakan modal yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi era globalisasi, era digitalisasi pada abad 21 masa kini” Pungkas Prof. Binari Manurung.

Kegiatan diskusi tersebut diakhiri dengan tanya-jawab, sharing pengalaman dalam proses belajar mengajar antara para peserta FGD dengan kedua narasumber/fasilitator. (Septian/SPOL)

banner 336x280
banner 728x90