MENGUNGKAP BAHKAN YANG TAK KASAT MATA
banner 728x90

Rupiah Nyaris Dekati Rp15.000,- per Dolar AS, Ekonom: BI Perlu Segera Naikkan Suku Bunga

banner 468x60

Kastnews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terpantau nyaris menembus Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (5/7/2022), kurs rupiah terpantau sebesar Rp14.985 per dolar AS.

Menanggapi hal ini, ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan Bank Indonesia (BI) perlu segera menaikkan suku bunga acuan. Pasalnya, pelemahan rupiah dikhawatirkan memicu imported inflation atau kenaikan biaya impor terutama pangan.

banner 336x280

“Sejauh ini, imported inflation belum dirasakan karena produsen masih menahan harga di tingkat konsumen. Tapi ketika beban biaya impor sudah naik signifikan akibat selisih kurs maka imbasnya ke konsumen juga,” ungkap Bhima kepada MNC Portal di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, melemahnya rupiah terhadap dolar AS juga membuat beban utang luar negeri sektor swasta meningkat. Pasalnya, pendapatan sebagian besar diperoleh dalam bentuk rupiah sementara bunga dan cicilan pokok berbentuk valas.

“Situasi currency missmatch akan mendorong swasta lakukan berbagai cara salah satunya efisiensi operasional. Tidak semua perusahaan swasta yang memiliki ULN lakukan hedging,” ungkap Bhima.

Terkait dengan itu, lanjutnya, Bank Indonesia perlu menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan mengurangi beban utang luar negeri sektor swasta.

“BI perlu naikkan 25-50 bps suku bunga untuk tahan aliran modal keluar. Tapi, menaikkan suku bunga acuan berimbas kepada pelaku usaha korporasi, UMKM maupun konsumen. Cicilan KPR dan kendaraan bermotor bisa lebih mahal,” tutur Bhima.

banner 336x280
banner 728x90