MENGUNGKAP BAHKAN YANG TAK KASAT MATA
banner 728x90
Berita  

Ketua Projo Darwis Zendrato Angkat Bicara,”Meminta kepada Walikota Gunungsitoli,mengevaluasi kinerja Kepala Desa Iraonolase Diduga Mempersulit Masyarakat

banner 468x60

 


Gunungsitoli, kasatnews.com – Kades Iraonolase diduga mempersulit dan tidak mau menanda tangani surat jual beli tanah salah satu masyarakat atas nama Antonius Lase yang hendak menjual tanah di Desa Iraonolase Kecamatan Gunungsitoli. Jum’at tanggal 25 Agustus 2022.

banner 336x280

Berdasarkan UU No. 6 tahun 2014 Pasal 26, Kepala Desa adalah bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Penjelasan UU Desa menyatakan Kepala Desa/Desa Adat berkedudukan sebagai kepala Pemerintah Desa/Desa Adat dan sebagai pemimpin masyarakat. Kepala desa adalah pemimpin masyarakat. Artinya kepala desa memperoleh mandat dari rakyat, yang harus mengakar dekat dengan masyarakat, sekaligus melindungi, mengayomi dan melayani warga masyarakat.

“Nah, ini kok malah mempersulit masyarakat Desa dan bukannya melayani masyarakatnya dengan baik,”
katanya Antonius.

Hal tersebut berawal dari Kepala Desa Iraonolase, Kecamatan Gunungsitoli alo’oa, PL diduga menolak dan tidak mau tanda tangani surat jual beli tanah tersebut dengan memberikan segala macam alasan yang tidak jelas dan selalu berubah-ubah kepada Antonius Lase.

Pada saat itu tertanggal 14 Agustus 2022 Antonius lase pun mendatangi rumah Peringatan Lase sebagai Kepala Desa Iraonolase untuk meminta menandatangani surat jual beli tanah sebagai persyaratan yang harus diketahui Kepala Desa Iraonolase.

Lanjutnya Antonius lase mengatakan ,” pada saat itu kepala desa menyampaikan kepada saya ; Saya tidak mau sembarangan menandatangani surat itu karena saya harus melihat langsung dilapangan kata Kades Iraonolase.”ucapanya Antonius lase meniru ucap Kades Iraonolase lase.

Tambahnya Kades Iraonolase “besok saya kesana sore hari dan jangan lupa di bawa orang yang membeli tanah tersebut.”Antonius lase pun Ok pak kades.

Karena tidak kunjung selesai Antonius lase pun mendatangi Kantor Camat Gunungsitoli alo’oa pada hari Selasa tanggal 16 sekitar jam 10 pagi terkait masalah surat jual beli tanah Kepala Desa Iraonolase tidak mau tanda tangani surat jual beli tanah yang saya jual alasan sibuk dan saya tanya kembali sudah pergi ke Medan pak kadesnya,Pak camat.

Camat Gunungsitoli alo’oa Vince hulu menyampaikan,”tidak ada perjalanan dinas di bulan ini. Kalau pun ada Kades Iraonolase lase harus izin dulu kalau mau keluar daerah,”kata Camat.

Tidak lama kemudian Sekretaris Desa Iraonolase Nurdin lase datang di Kantor Camat Gunungsitoli alo’oa.dan camat pun mengatakan harus siap hari ini pak sekretaris dan telpon Kades Iraonolase dimana mau ketemu,”Ucap Camat.
Pak Antonius lase hari ini pasti siap, tegas Camat Gunungsitoli alo’oa.

Ternyata hingga saat ini Kepala Desa pun tidak mau menandatangani surat tersebut. Merasa di persulit Antonius kembali mendatangi Kantor Camat Gunungsitoli alo’oa pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2022 sekitar jam 10 pagi untuk menanyakan kepada Pak Camat “bagaimana mana ini Pak! Kades Iraonolase tidak mau juga menandatangani surat saya”. kata Antonius.
“Hari ini kami
turun langsung ke kantor Kepala Desa Iraonolase nanti jam 1 siang”.ucapnya Camat alo’oa,Tunggu disana ya pak.

Hari itu rombongan Camat dan Kapolsek alo’oa datang di Kantor Desa Iraonolase untuk menyelesaikan permasalah terkait Kepala Desa tidak mau menandatangani surat jual beli tanah Antonius Lase.Rapat pun dimulai sekitar jam 2 siang yang dihadiri Camat alo’oa,sekcam dan Polsek alo’oa, pemilik tanah, pembeli tanah tersebut hadir.BPD Iraonolase dan aparat desa serta Kepala Desa Iraonolase .

Ternyata gagal lagi, alasan Kepala Desa Iraonolase Peringatan lase berdalih tidak mau menandatangani surat jual beli tanah itu karena tanah tersebut sudah masuk data PTSL atau pengurus sertifikat tanah gratis,” kata Kades Iraonolase.Coba tanya dulu di kantor pertanahan Nias kalo bisa kata Kades diruang Kantor Desa.

Dan tidak hanya sampai disitu.merasa di persulit, besoknya Antonius dan Lida sebagai aparat Desa Iraonolase mendatangi Kantor Dinas Pertanahan Nias yang berada di kota Gunungsitoli terkait masalah tanahnya yang mau di jual.

Dijawab pihak pertanahan terkait jual beli tanah yang sedang di urus sertifikat tanahnya. Tidak ada masalah soal itu nanti bisa di bagi-bagi ukuran tanahnya jawab pihak pertahan kepada Antonius lase.

“Sesudah itu saya menyiapkan surat -surat tanah yang mau saya jual.Saya bilang sama Kades Iraonolase di pertanahan tidak ada dipermasalahkan Pak Kades, ternyata Kades Iraonolase tetap tidak mau menandatangani surat itu dan berdalih harus ada Camat alo’oa “, ucap Antonius .

“Saya juga heran dengan tingkah laku kepemimpinan Peringatan lase sebagai Kepala Desa Iraonolase. Saya sebagai masyarakat di bola-bolai dan serta di persulit sampai sekarang. Hingga saat ini tertanggal 25 Agustus 2022.Kepala Desa Iraonolase tetap mempersulit saya, berdalih alasan harus ada Camat baru saya tanda tangani”ucap Antonius lase pada saat dikonfirmasi dirumahnya.

Terpisah, Ketua PROJO Nias, Darwis Zendrato, angkat bicara, bahwa sangat menyayangkan sikap arogansi Kepala Desa Iraonolase tersebut yang tidak profesional dan proporsional serta demokratis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya sendiri sesuai amanah, tugas dan fungsinya sesuai dengan sumpah jabatannya pada hal mereka itu digaji dan diberikan tunjangan serta fasilitas dari negara demi untuk melayani masyarakatnya dengan segenap hati dan jiwa.

“Kalau memang sang Kepala Desa yang terhormat tidak mau dan tidak mampu lagi menjadi seorang pemimpin dan pelayan masyarakat Desa, maka sebaiknya, silahkan mundur saja sebagai Kepala Desa, supaya wargamu tidak kecewa dengan kinerjamu yang bobrok.

Meminta kepada Walikota Gunungsitoli melalui Camat untuk mengevaluasi kinerja Kepala Desa Iraonolase tersebut, dan bila dirasa tidak bisa lagi bertobat dan dibina, maka sebaiknya dan sepantasnya dapat dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Desa karena diduga keras telah mempersulit masyarakat dalam kebutuhannya dan ini sangat jelas telah melanggar komitmen dan sumpah jabatannya sebagai Kepala Desa,” tegasnya.

Penulis:Afdika permata lase

banner 336x280
banner 728x90